Perkembangan Bioteknologi

“Youth Biotechnology Outreach”

“Agriculture Biotechnology The opportunity, Benefit and Regulation”

Oleh : Prof. Dr. Ir Bambang Sugiharto., M.Agr.Sc

Professor Bambang merupakan Direktur Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi Maju di Universitas Jember, Indonesia. Beliau menerima gelar Sarjana dalam ilmu tanah pada tahun 1981 dari Universitas Jember, Indonesia dan mendapatkan gelar Master tahun 1989 dan gelar PhD tahun 1992 dari Universitas Nagoya, Jepang. Mulai tahun 1992 beliau ditugaskan menjadi asisten professor dan kemudian menjadi Kepala Pusat Penelitian Biologi Molekuler dari tahun 1997 – 2004 di Universitas Jember. Beliau menjadi Professor pada tahun 2005 dan diangkat menjadi Direktur Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi Maju sejak 2012, jadi tidak heran beliu begitu lugas dalam penyampaian materi dan menghasilkan banyak produk menarik yang memanfaatkan rekayasa genetika dan bioteknologi.

Beliau menyampaikan bahwa kita kini sudah memasuki era revolusi 4.0 dimana segala sesuatu semakin berkembang dari yang manual hingga teknologi canggih yang menguntungkan untuk peningkatan kesejahteraan, dan pemenuhan kebutuhan manusia, namun hal itu tidak lepas dari permasalahan dalam industri revolusi seperti krisis energy, permasalahan lingkungan karena iklim yang terus berubah, permasalahan kesehatan dan supply makanan. Permasalahan yang berhubungan dengan revolusi hijau dimana penggunaan pestisida dengan input tinggi menyebabkan lingkungan menjadi tercemar dan membahayakan pekerja pertanian, hewan liar dan insekta, serta penurunan nilai nutrisi makanan. Pemupukan berlebih yang menyebabkan pencemaran air dan ledakan pertumbuhan alga. Maka dari itu bioteknologi hadir sebagai teknologi baru untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu, kita sebagai akademisi tidak boleh buta teknologi, teknologi harus dipelajari bukan dihindari.

Definisi Bioteknologi menurut Beliau:

  • Tempo dulu : eksploitasi potensi biokimiawi mikrobia untuk menghasilkan barang dan jasa
  • Saat ini (Bioteknologi Modern) : teknologi memilih atau menggembangkan sifat genetis yang unggul untuk menghasilkan barang dan jasa

Beliau berkecimpung dalam dunia bioteknologi di bidang pertanian. Dalam dunia pertanian bioteknologi berperan untuk penyediaan makanan lebih banyak, peningkatan kualitas nutrisi makanan lebih baik, dan lingkungan tetap terjaga dengan baik. Bioteknologi saat ini mengarah pada rekayasa genetik , persilangan dan seleksi tanaman untuk menghasilkan verietas baru dengan pertumbuhan dan produksi tinggi. Dimana yang memiliki peran utama adalah materi genetik atau DNA.

Rekayasa genetik dalam pertanian dapat dilakukan yang beliau sampaikan, dengan cara sebagai berikut :

  1. Agrobacterium tumefaciens yang merupakan pathogen tanaman yang menyebabkan tumor pada tanaman, luka yang disebabkan oleh tumor tersebut bisa dijadikan alat untuk memasukkan gen ke dalam tanaman, cara ini merupakan cara yang paling mudah dan murah
  2. Overexpression of Genes (peningkatan proses metabolism), ekpresi berlebih dari gen dibutuhkan untuk pengaturan dan perkembangan trikoma.
  3. Penghambatan ekspresi gen dengan RNA antisense
  4. RNAi Pathway (Knock Down and Knock Out)
  5. Genome Editing

Banyak sekali istilah yang baru saya dengar, bahkan banyak yang saya tidak mengerti hehehe, akan tetapi beberapa hal yang beliau sampaikan sangat menarik dan patut untuk dipelajari karena bnayak sekali produk hasil rekayasa genetika yang membantu permasalahan kesehatan, krisis energi dll.

Seperti produk Golden Rice dari dua gen Daffodils dan satu gen bakteri Erwinia uredovora ditransformasikan pada tanaman padi sehingga menjadi produk Golden Rice yang kaya vitamin A, dapat digunakan untuk negara yang kekurangan vitamin A. Dan produk Never ripe fruits atau buah yang tidak busuk menggunakan buah yang terdapat gas etilen, gas etilen berfungsi untuk pematangan buah sehingga kelamaan membuat buah busuk, gas tersebut bisa dihentikan atau diblock dengan RNAi sehingga buah tidak busuk dan banyak produk lainnya

Bioteknologi merupakan inovasi teknologi untuk memcahkan masalah kekurangan pangan. Pengembangan bioteknologi dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, serta kualitas dan nilai nutrisi makanan.

Pengembangan bioteknologi sudah mengantongi sertifikat dari MUI dengan berbagai kebijakan yang harus dipatuhi dalam pemanfaatan produk bioteknologi. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemeritntah No. 21 Tahun 2005 pemanfaatan tanaman PRG harus mempunyai sertifikasi keamanan lingkungan, pangan dan pakan. (wnd)