Fieldtrip To Yogyakarta 2025

Kunjungan pertama adalah ke Bakpia Juwara Satoe. Bagi kami, bakpia adalah manifestasi nyata dari diversifikasi produk pertanian. Inti dari bakpia adalah kacang hijau, yang merupakan hasil pertanian.

Pihak Juwara Satoe menjelaskan bagaimana mereka mengelola pasokan bahan baku, terutama kacang hijau, tepung, dan gula, untuk menjamin kontinuitas produksi. Kami berdiskusi tentang:

  1. Pengaruh Varietas: Bagaimana varietas kacang hijau yang berbeda memengaruhi tekstur dan rasa akhir bakpia.
  2. Manajemen Pascapanen: Standar penyimpanan dan pengolahan bahan baku untuk meminimalkan susut hasil (losses) dan menjamin kualitas produk akhir.
  3. Inovasi Produk: Pengembangan varian rasa seperti ubi ungu, talas, atau keju (turunan susu), yang menunjukkan bagaimana hasil pertanian lain dapat diintegrasikan dan meningkatkan nilai ekonomi.

Kunjungan ini mengajarkan kami bahwa agribisnis tidak berhenti di panen, tetapi terletak pada kemampuan mengolah, mengemas, dan memasarkan hasil panen menjadi produk olahan yang dicintai konsumen.

Selanjutnya, kami mengunjungi PT. Mirota KSM, sebuah perusahaan pengolahan pangan berskala besar. Ini adalah pelajaran lapangan mengenai Teknologi Pangan dan Sistem Mutu Pertanian.

Kami melihat langsung bagaimana bahan baku pertanian (misalnya susu, sayuran, atau buah-buahan) diproses dalam fasilitas berstandar tinggi. Fokus utama diskusi kami adalah:

  1. Penerapan GMP dan HACCP: Bagaimana standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) diterapkan untuk memastikan keamanan pangan, mulai dari tahap penerimaan bahan baku (yang berasal dari petani) hingga produk siap jual.
  2. Traceability: Sistem penelusuran balik (traceability) yang digunakan untuk melacak asal-usul bahan baku. Ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan, jika terjadi masalah, mengidentifikasi sumbernya.
  3. Efisiensi Industri: Otomatisasi dalam pengolahan yang menunjukkan efisiensi penggunaan sumber daya dan peningkatan volume produksi, yang merupakan kunci keberhasilan agribisnis modern.

Kami menyadari bahwa sebagai calon sarjana pertanian, kami harus memahami bahwa produk kami harus memenuhi standar industri yang ketat sebelum dapat dikonsumsi publik.

Sore hari, kami bergeser ke JTM Adventure untuk sesi team building dan outbound. Meskipun destinasi ini tampak jauh dari sawah dan laboratorium, pelajaran yang didapat sangat relevan dengan dunia kerja pertanian.

Kami dihadapkan pada tantangan yang menguji:

  1. Komunikasi dan Kepemimpinan: Dalam proyek lapangan atau riset pertanian, kerja tim sangat penting. Tantangan fisik dan mental di JTM memaksa kami untuk mempraktikkan komunikasi yang jelas dan menentukan pemimpin yang efektif.
  2. Pemecahan Masalah: Dalam menghadapi hama, penyakit, atau kegagalan panen, seorang sarjana pertanian harus mampu mengambil keputusan cepat dan inovatif. Permainan di JTM melatih kami untuk berpikir kreatif di bawah tekanan.

Sesi ini menekankan pentingnya Soft Skill bagi lulusan pertanian. Tanpa kemampuan bekerja sama, ilmu teknis sebaik apapun tidak akan maksimal.

Kunjungan penutup, Rumah Atsiri Indonesia, adalah puncak dari mata kuliah Bioproduk Pertanian dan Hortikultura. Tempat ini berfokus pada Minyak Atsiri (Esensial) yang merupakan hasil dari budidaya tanaman aromatik.

Kami menjelajahi kebun koleksi tanaman dan belajar tentang:

  1. Budidaya Tanaman Atsiri: Teknik budidaya spesifik untuk memaksimalkan kandungan minyak atsiri dalam tanaman (misalnya serai wangi, nilam, cengkeh).
  2. Teknologi Pascapanen: Proses penyulingan (distillation) yang merupakan inti dari ekstraksi minyak atsiri. Kami melihat berbagai jenis alat penyuling dan berdiskusi tentang efisiensi rendemennya.
  3. Agrokosmetika: Pemanfaatan minyak atsiri sebagai bahan baku produk bernilai tambah tinggi di industri kosmetik, farmasi, dan aromaterapi—menghubungkan hasil budidaya langsung ke pasar produk akhir.

Kunjungan ini membuka mata kami bahwa lahan pertanian Indonesia memiliki potensi besar tidak hanya untuk pangan, tetapi juga untuk industri green chemicals dan agrokosmetika yang sangat menjanjikan.